Mungkin untuk masyarakat Bogor Stasiun Bogor bukanlah tempat
yang asing lagi. Termasuk aku, aku pasti melewati jalan itu kalau mau ke
kampus. Tapi untuk masuk ke Stasiunnya mungkin baru 3 atau 4 kali. Dan kemarin,
dinar ada didalam Stasiun Bogor loooh. Weeew. Dan untuk pertama kalinya dinar
berada disalahsatu keramaian yang terjadi disitu. Bete sih, tapi seru. Awalnya dinar
dating lebih awal dari waktu yang udah dibuat perjanjian, yaa alhasil haru
nunggu yang lain dulu kaaan. Naah saat itulah cerita serunya bermula. Saat waktu
tertentu gue bisa liat orang banyak banget keluar dari arah loket. Lah mending
kan mereka itu langsung pada berhamburan ketempat yang akan ditujunya. Tapi saat
kemarin dinar disana sebagian besarnya itu malah kebingunagn sendiri mereka mau
kearah mana selanjutnya. Kebetulan sebelah dinar nunggu itu mas-mas satpam 2
orang dan dibelakangnya itu petugas kebersihan eh atau petugas parkir? Gatau deh.
Soalnya dia pake baju orange megang sapu dan perangkatnya tapi dia kalungan
peluit. Naah 3 orang itu jadi sasaran empuk orang-orang yang kebingungan. Kasian
banget sih padahal, tapi apa daya dinar kalau dinar ikutan khawatir dinarnya
juga gatau daerah bogor yang dimaksud.HA-HA-HA. Sempat dinar liat ibu dan
anaknya agak ribut mau milih jalan yang mana, yasudah daripada tuh anak kena
omel ibunya dinar tanya aja. Begini kira-kira pecakapannya.
Dinar:”Bu, memangnya mau kemana?”
Ibu:”Mau keluar lewat sana kan?”(sambil menunjuk salah satu
jalan keluar)
Dinar:”Oh iya, lewat sana bisa atau mau lewat tangga juga
bisa. Memangnya ibu darimana?”
Ibu:”Saya dari Jakarta neng”
Dinar:”Oh, terus mau kemana?”
Ibu:”Mau ke Jakarta lagi”(Ibunya senyum dan anaknya Cuma liatin
dinar dan jalan pas dinar dan dia berkomunikasi tadi)
Dinar:”oooh, iya bu lewat sana aja gpp”(sambil nunjuk kearah
yang sama dengan ibu tunjukin tadi)
Dan ibu dan anaknya pun jalan kea rah yang BUKAN tadi dia
dan dinar tunjuk
Ngerti kali yang aneh dimananya, udahmah dia ngambil jalan
lain dengan jalan yang awalan mau diambil. Dan lagi, dia dari Jakarta dan mau
ke Jakarta lagi. Sedang kondisinya dia itu keluar dari kerumunan orang dari
arah loket. Duuh, spechles banget pas tau ibu itu dari Jakarta dan mau ke
Jakarta. AHAHA
Sebenernya sih ada sebuah papan penunjuk arah untuk beberapa
tujuan. Tapi tetep aja yaa ada yang kebingungan mau milih kearah mana. Yang patokan
arah mau kerumah dinar aja gak ada disitu, ada sih tapi itu kejauhan kan rumah
dinar gak sejauh itu. Dan papan penunjuk arah itu pun seolah-olah menjadi
magnet bagi orang-orang yang keluar loket. Pokonya ada 4 sorotan orang-orang
saat keluar dari loket. 2 mas-mas satpam, bapak (kebersihan/parkir), papan
penunjuk arah, dan DINAR. Karena kebetulan dinar berada dekat diantara mereka
semua. Ditambah lagi yang dinar lakuin itu liat-liat, senyum-senyum, sedikit
fotoin sekitaran dinar, dan konyolnya dinar itu ngelakuinnya sambil senderan ke
tembok dengan pose seperti ada yang mau fotoin dinar. (jadi badan bagian belakang
nempel ke tembok, kaki ditekuk satu ke tembok)
Ada lagi yang seru kemarin tuh, adalah ngeliat orang
sebegitu banyaknya kea rah loket atau keluar dari loket secara bersamaan,
ngeliat orang sebegitu banyaknya naik dan turun tangga barengan. Seru aja gitu liatny.
Kayak hiburan sendiri gitu buat dinar. Jarang liat beginian.
Saking banyaknya orang, dinar agak merasa kalau dinar ngalangin
jalan mereka, soalnya dinar agak kegeser saat mereka yang berkerumun itu lewat.
Ceritanya sih biar kita gak tubrukan jadi dinarnya ngehindar. Sempet beberapa
kali saking ngehindarnya dinar bisa sampe ada di sebelah kanan, depan, atau belakang
dari tempat awal mula dinar diem nunggu.
Yaa sebenernya walapun dinar gajadi main kesuatu tempat,
dinar ganyesel karena kemarin nemuin sesuatu yang lebih seru lagi. Kalian harus
rasain itu, dan mungkin akan lebih merasakan menyenangkannya lebh daripada
dinar. Asal kalian gak mengeluh karena beberapa alasan ini:
1.
Lama nunggu
2.
Panas
3.
Rame
4.
Banyak orang yang terkesan
agak aneh
5.
Bete
6.
Dll J
Nih dinar kasih foto dinar dan temen dinar yang ditungguin
itu
Terimakasih. :)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar